Jumat, 09 Januari 2015

MENGALAMI PELECEHAN SEKSUAL

          Setelah hampir dua tahun bekerja,di desa terjadi peristiwa yg tidak mengenakkan pada diri saya.Sebagai seorang Bidan,kita dituntut untuk bergaul dan terlibat dengan aktifitas social kemasyarakatan.Jika tidak maka kita akan dicap masyarakat sebagai seorang yang sombong atau kurang pergaulan.
         Pada malam itu di desa ada keramaian resepsi pernikahan salah seorang penduduk.Saya diajak Kader Posyandu dan beberapa gadis remaja tetangga untuk menyaksikan resepsi pernikahan tersebut.Sayapun ikut.Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 lewat sedikit,sayaapun memutuskan untuk pulang.Saya bersama beberapa teman wanita yang tadi berangkat kembali pulang ke rumah.
        Ditengah jalan kami bepapasan dengan beberapa orang pria yg merupakan oarng sekampung juga,mereka menggodai teman perempuan saya,karena mereka sudah saling mengenal,tiba salah2 seorang pria mencoba mendekati saya dan berusaha meraba tubuh saya,saya berusaha menepis tangan pria tersebut dan kemudian menjerit dan berlari menuju rumah.Teman wanita yg tadi bersama saya pun sampai dirumah,dan menceritakan peristiwa ini kepada tuan rumah yang selama ini saya tinggal yg sdh saya anggap sebagai orang tua angkat saya.Kontan orang tua saya angkat ini marah,dan mengajak beberapa pria untuk mencari orang yg melakukan pelecehan terhadap saya.
        Orang yg melakukan pelecehan ini ternyata bersembunyi,dan kelihatanya ketakutan.Maklum orang tua angkat saya ini termasuk orang terpandang ,seorang Kepala Sekolah.
Esoknya orang tua angkat saya melaporkan peristiwa ini kepada Kepala Desa,dan sayapun pulang ke rumah orang tua saya untuk menenangkan diri.Sayapun menceritakan peristiwa ini kepada orang tua kandung saya.Kebetulan ada paman saya di rumah yg merupakan seorang anggota TNI yg bertugas di Pulau Jawa pulang kekampung.Beberapa hari kemudian orang tua saya mengajak paman saya yg anggota TNI ini ke desa tempat saya bertugas sebagai bidan.
         Ternyata sesampainya di desa didapatkan informasi bahwa orang yg melakukan pelecehan terhadap saya telah mengajukan permintaan maaf dan mengajukan perdamaian.Dengan berbagai macam pertimbangan maka akhirnya orang tua angkat dan orang tua kandung saya menyetujui perdamaian tersebut dengan beberapa persyaratan dengan disaksikan kepala desa dan beberapa warga masyarakat.
        Bidan desa,terutama yang masih lajang memang rentan sekali mengalami ancaman pelecehan seksual.Mayoritas Bidan Desa Sering Sekali kena Intip,pakaian dalam dicuri,bahkan ada yg dicurigai mo merebut suami orang,walaupun kenyataannya memang ada bidan yg demikian…wkwkwkwk

        Saya berharap Para Pengambil Kebijakan agar benar2 memperhatikan keselamatan dan keamanan bagi para Bidan Yang Bertugas Di Desa.Bidan yg bertugas di desa lebih beresiko drpd bidan yg bertugas di Puskesmas atau Rumah Sakit terutama menyangkut masalah kemanan.

Kata Kata Bijak :
 " Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya." AMSAL 14 : 32

 "Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.  Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." Amsal 23:17-18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar