Sabtu, 05 Januari 2019

Review Penggunaan Ban Motor Tubeless



Post by Hotman Silitonga.


Shalom Aleichem

           Sebelumnya ijinkanlah blogger mengucapkan selamat Tahun Baru bagi seluruh sahabat polindes dimanapun berada, semoga di tahun baru ini segala sesuatunya bisa menjadi lebih baik lagi.

      Pada kesempatan kali ini  blogger mo sedikit menulis  mengenai penggunaan Ban Motor Tubeless/ban motor tanpa menggunakan ban dalam ( tube ) yang blogger lakukan beberapa waktu lalu.

          Lima  bulan lalu , tepatnya di bulan Agustus  blogger memutuskan  untuk mengganti ban belakang sepeda motor milik blogger dari ban yang menggunakan  ban dalam  (tube ) menjadi  menggunkan ban yang tanpa ban dalam atau tubeless.

          Ini untuk  pertama kalinya blogger menggunakan ban tipe tubeless. Dari cerita beberapa teman, salah satu kelebihan dari ban tipe tubeless adalah saat ban tertusuk paku atau benda tajam lainnya  ban tidak langsung kempes, dengan catatan  paku atau barang tajam yang menusuk ban tersebut tidak langsung dicabut, atau dibiarkan saja menancap disitu sampai ditemukan tukang tampal ban. Bahkan sepeda motor masih bisa dikendarai puluhan kilometer.

        Blogger cukup sering   mengalami  kebocoran ban dalam perjalanan, dan ini cukup mengganggu bagi blogger. Pekerjaan sering terhambat akibat  proses penambalan  ban yang  bisa memakan waktu 20 s/d 40 menit, belum lagi jika  antri, bisa  butuh waktu lebih lama.

          Mengingat perjalanan blogger yang sering cukup jauh, blogger menjadi tertarik untuk mencoba menggunakan ban tubeless ini. Kebetulan sepeda motor yang blogger gunakan mendukung untuk menggunakan ban tipe tubeless.

Ada beberapa catatan saat bloger hendak menggunakan ban tipe tubeless ini, antara lain  :

   -          Ban tubeless hanya bisa digunakan pada sepeda motor yang menggunakan velg CW ( casting Wheel )/velg racing, sementara pada velg yang menggunakan jari jari tidak bisa menggunakan ban type tubeless ini, dikarenakan  angin/udara dapat keluar dari celah jari jari yang masuk ke velg.

  -          Dari segi harga, ternyata  ban tipe tubeless jauh lebih mahal dari harga ban non tubeless. Selisihnya bisa mencapai 50-70 ribu rupiah dengan tipe dan ukuran yang sama. Bahkan untuk merek merek tertentu harganya jauh lebih mahal. Uang 50-70 ribu bisa dipergunakan untuk membeli 2 buah ban dalam, jika menggunakan ban non tubeless. Bisa dimengerti mengapa di jalanan tidak terlalu banyak sepeda motor yang menggunakan ban tipe tubeless.

  -          Saat pertama menggunakan ban tipe tubeless, tekanan angin ban biasanya cukup tinggi agar ban dapat menempel dengan rapat pada  velg sepeda motor. Jika tidak rapat maka udara dapat merembes dari sela sela ban dan velg dan menyebabkan ban cepat kempes. Akibat tekanan angin yang cukup tinggi, bantingan sepeda motor saat melewati jalan rusak atau berlubang sangat terasa pada tubuh pengendara. Bagi sepeda motor yang shock absorbsernya udah rada mati/keras pegasnya, sebaiknya tidak menggunkan ban tipe tubeless.

  -          Untuk keawetan penggunaan ban ,blogger pikir hampir sama saja tingkat penggunaannya dengan ban luar non tubeless.

            Ok friend,  seperti biasa blogger akan mencoba memasang sendiri ban tubeless pada sepeda motor blogger. Untuk memsasang ban tubeless diperlukan semprotan  angin yang cukup kencang agar ban cepat mekar dan menyatu dengan velg, untuk itu diperlukan kompresor.



         Sebelumnya pasang terlebih dahulu klep/pentil khusus tubeless pada velg sepedamotor  lalu pasang ban tubeless dan   beri angin yang cukup kencang agar ban segera mekar dan menyatu dengan velg . Setelah ban menyatu, beri air pada sambungan ban dan velg untuk memantau adanya kemungkinan kebocoran pada proses pemasangan. Selesai sudah pemasangan ban tubeless . pasang kembali ban tersebut pada sepeda motor

           Selama lima bulan penggunaan sampai review ini blogger tulis,  ban tubeless yang blogger gunakan   belum pernah mengalami kebocoran  selama di perjalanan.  Perjalanan blogger sendiri sekitar 1200-1500 KM per bulannya. Sampai saat ini kondisi ban masih cukup baik.

Ok friend demikian sedikit ulasan menggenai penggunaan ban tubeless yang blogger gunakan saat ini. Salam.

Tulisan lainnya : 
http://polindesmuarakasih.blogspot.com/2015/06/pria-wanita.html

 

 Kata kata bijak :
. “ Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.”Amsal 10:6
 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu ( Allah ) yang di sorga.” Matius 6 : 1