Selasa, 28 Desember 2021

Mengganti Master Rem Roda Belakang Suzuki Carry 1.0

 

Post by Hotman Silitonga



Shalom Aleichem

              Melewati usia 10 tahun,  apalagi 17 tahun seperti usia mobil blogger, biasanya mulai muncul beberapa masalah pada mobil, sekalipun mobil tersebut jarang dipakai. Mulai dari kebocoran karet karet seal , permasalahan pada sistem elektric, dan tentu saja masalah karat/korosi. Itu juga yang blogger alami beberapa  minggu yang lalu.

               Ketika blogger mengendarai mobil lawas milik blogger Suzuki Carry 1.0 menuju suatu tempat dan melakukan pengereman di jalan, tiba tiba terdengar bunyi berdetak yang cukup kuat dari roda belakang kanan , bersamaan dengan itu, pedal rem yang blogger injak , tiba tiba   menendang balik injakan kaki blogger , menimbulkan bunyi berdetak juga . Beberapa detik terdengar suara besi begesekan di roda belakang kemudian hilang.

              Ada sedikit cemas yg blogger rasakan, ada apa ini, karena blogger belum pernah mengalami hal hal beginian. Mau putar balik tanggung udah mendekati tujuan. Dan perjalanan pun tetap dilanjutkan dengan extra hati hati. Melakukan pengereman pun juga hati hati. Blogger merasakan ada sedikit perubahan pada hand brake  mobil ini saat mau memarkirkannya, hand brake menjadi cukup dalam

             Keesokan harinya bagian roda yang bermasalah blogger bongkar. Terlihat ada bercak bercak basah  dari sela sela tromol, velg , dan  ban . Sepertinya ini  minyak rem  yang menetes. Setelah ban dan tromol di lepas terlihat kondisi system pengereman di bagian roda mobil ini. Piston pada master rem terdorong keluar tidak mau kembali alias Ngejim/Lengket sehingga dari sela sela piston merembes keluar minyak rem . Kanvas rem sebelah kiri/belakang patah , sementara yang sebelah kanan/depan kanvas remnya lepas dari besi dudukannya,  karena lemnya melemah akibat terkena minyak rem.



              Dari pengamatan blogger penyebab piston master rem lengket/ngejim ini adalah korosi/karat dan karatnya sudah cukup tebal sehingga pergerakan keluar masuk piston tergganggu dan pada akhirnya piston ngejim/terkunci. Pada bagian roda sebelah kiri ternyata kondisi master remnya juga sama, jadi sebaiknya harus diganti semua kiri dan kanan. Harga Master rem roda belakang kiri kanan sepasang 180 ribu, kanvas rem belakang 1 set 120 ribu. Total belanja suku cadang 300 ribu rupiah.

           Selanjutnya blogger akan coba perbaiki sendiri, sepertinya masalah ini bisa diatasi sendiri. Setelah ban kiri kanan berikut tromolnya dilepas, semua kanvas rem  , berikut per per dan pin pengunci kanvas rem juga dicopot semua. Barulah kemudian master rem dilepas. Pada master rem roda kiri dan kanan ada 4 buah baut pengikat/dudukannya. Pada master rem kanan terdapat 2 saluran minyak rem yaitu saluran input dan saluran out put menuju master rem roda sebelah kiri.. Sementara pada master rem sebelah kiri terdapat satu saluran minyak rem yaitu saluran input dari master rem roda sebelah kanan dan satu saluran pembuangan menggunakan baut nepel angin,  yang berfungsi untuk membuang gelembung gelembung udara  yang terperangkap  pada saluran pipa minyak rem. Mur mur sambungan saluran/pipa  minyak rem ini harus dicopot terlebih dahulu dari master rem. Siapkan tempat penampungan minyak rem. Kemudian empat buah  baut dudukan master rem dilepas setelah itu barulah master rem bisa dicopot kemudian ganti dengan yang baru. 







         Pasang kembali ke empat baut dudukan master rem  berikut mur penyambung pipa saluran minyak rem ke lubang  input dan output master rem. Pastikan  mur mur pipa saluran input output minyak rem ke master rem terkunci rapat agar tidak terjadi kebocoran. Rakit kembali kanvas rem berikut per per penahan dan pin penguncinya.  Semua kanvas rem blogger ganti dengan   yang baru.  Pasang kembali  teromol roda dan lanjut dengan memasang kembali roda . Isi tabung minyak rem hingga garis batas full kemudian lakukan bledding atau membuang angin  yang terperangkap pada pipa saluran minyak rem. 

              Dan kemudian dilanjut tes pengereman di jalan,  hasilnya cukup baik, pengereman berfungsi normal begitu juga dengan Hand brake nya juga sudah kembali normal. Ok Friend demikianlah sedikit share mengenai perbaikan master rem belakang suzuki carry 1.0. Salam…

Kata kata bijak :

 “ Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat”. Amsal Nabi Sulaiman 21:25

“ Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri”.  Amsal Nabi Sulaiman 22 : 24-25

 

 

Sabtu, 06 November 2021

Mengatasi Rem Tromol Sepeda Motor Yang Dalam

Post by Hotman Silitonga



Shalom Aleichem

 

                Baru beberapa bulan yang lalu diganti, kanvas rem belakang motor ini sepertinya mau habis. Injakan pedal rem sudah terasa dalam. Indikator ketebalan rem menunjukkan bahwa kanvas rem sudah tipis/mau habis.

Bloggerpun memutuskan untuk melakukan pengecekan kanvas rem sepeda motor ini, apa memang perlu diganti lagi atau gimana belum tahu.  Roda belakang dilepas dan bagian rem pun dicopot  dari tromol roda belakang.

                  Terlihat kanvas rem masih bagus, kondisinya masih 75%. Dan bloggerpun mengamati bagian dalam tromol roda belakang ini, dan diketahui bahwa bagian dalam tromol yang bersentuhan dengan kanvas rem sudah aus/tergerus cukup dalam akibat bergesekan dengan kanvas rem saat pengereman selama bertahun tahun . Tromol roda belakang sudah aus akibat pengereman dengan kedalaman sekitar 1 mm. Inilah penyebab mengapa blogger harus menginjak pedal rem cukup dalam agar  kanvas kopling lebih terdorong keluar agar  dapat bersentuhan  dengan tromol sehingga terjadi pengereman.

               Untuk mengatasi masalah ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain : mengganti tromol sepeda motor, bawa ke bengkel bubut untuk di overshok, atau coba diatasi sendiri.

               Dan pilihannya blogger akan coba mengatasi sendiri, karena motor  jadul blogger  menggunakan velg CW/racing , tidak bisa ganti tromol, tetapi harus ganti velg baru  dan ini harganya cukup mahal. Tromolnya juga belum terlalu parah keausannya , jadi masih bisa diakal akalin. Kalau keausannya sudah parah ada baiknya memang di bawa ke bengkel bubut atau ganti baru.

              Adapun langkah langkah yang blogger lakukan untuk mengatasi masalah rem ini  sebagai berikut :

                Pertama  : karena bagian tromol sebelah dalam yang tergerus / aus akibat pengereman membentuk cekungan , maka cekungan ini harus di ratakan  hingga bagian luar tromol. Caranya yaitu dengan mengamplas / mengikir bagian luar tromol hingga sama rata dengan cekungan bagian dalam tromol yang terbentuk karena aus kemakan saat pengreman.



               Kedua     : karena lingkaran bagian dalam tromol tadi sudah semakin besar akibat pengereman dan pengikiran , maka lingkaran kanvas rem juga harus dibesarkan,  agar posisi kanvas rem tetap dekat dengan tromol. Caranya yaitu dengan mengganjal dudukan kanvas rem. Blogger menggunakan selongsong baut fisher ukuran 10 MM. Selongsong baut fisher dipotong seukuran dudukan kanvas rem, kemudian di masukkan ke dudukan kanvas rem lalu di lem dengan lem besi/stil agar tidak bergerak.




               Ketiga     : Pasang kembali kanvas rem pada dudukannya, dan terlihat kanvas rem agak terdorong melebar lingkarannya karena pengaruh ganjal yang terbuat dari selongsong baut fisher yang terpasang pada dudukan kanvas rem. Akibatnya , walaupun tromol sudah aus kemakan bagian dalamnya kurang lebih 1mm, tapi kanvas rem juga melebar kurang lebih 1 mm karena pengganjalan,  maka status rem kembali  menjadi normal seperti biasa. Dan pengeremanpun menjadi normal kembali.

                Ok friend, demikian sedikit share pengalaman perbaikan rem sepeda motor yang bermasalah. Salam….  

Kata kata bijak :

 “ Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi”. Amsal Nabi Sulaiman 22:7

\“ Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama, dan memasuki ladang anak-anak yatim. Karena penebus mereka kuat, Dialah yang membela perkara mereka melawan engkau”. Amsal Nabi Sulaiman 22:10-11 

Sabtu, 23 Oktober 2021

Upgrade Hardisk ke SSD

 

Post By Hotman Silitonga




Shalom Aleichem

                   SSD atau Solid State Drive bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia  computer.  Tapi bagi blogger ini adalah sesuatu yang baru, karena blogger baru bisa mendapatkannya kemarin :D .  Ketika pertama kali dikeluarkan harga SSD cukup mahal, dan sudah pasti blogger harus berfikir dua kali sebelum membelinya. Tapi seiring dengan waktu lama kelamaan harga SSD  turun dan semakin murah . Kemarin blogger beli SSD kapsitas 120 GB sudah sekitar 200 ribuan, masih terjangkaulah dikantong.

                  Tujuan  blogger membeli  SSD ini adalah untuk mengganti hardisk yang selama ini  dipakai pada netbook blogger   dan sekaligus untuk mengetahui sejauh mana  pengaruhnya pada kinerja netbook . Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kinerja komputer seperti mengupgrade operating system, meningkatkan kapasitas RAM, mengganti Processor , VGA , dll, tergantung kebutuhan kita, jadi tidak perlu buru buru membeli computer baru.

                    Salah satu kelebihan SSD dibandingkan Hardisk adalah kemampuan Read ( baca ) dan Write ( menulis ) lebih cepat dibandingkan hardisk. Dengan diupgrade nya hardisk menjadi SSD pada netbook milik blogger,  blogger berharap kinerja netbook tersebut yang speknya standart bisa  sedikit lebih cepat.

                    Kemampuan baca tulis pada hardisk sekitar 50-120 MB/s  sementara untuk SSD sekitar 200-550 MB/s , artinya kecepatan baca tulis SSD bisa mencapai 4 kali lipat dari hardisk. So pasti sangat membantu sekali jika dipasangkan dengan netbook/computer yang speknya masih standart.  Netbook blogger yaitu Axioo Pico CJM, Intel Atom dengan Ram 2 GB.

Adapun langkah penggantian Hardisk menjadi  SSD adalah sebagai berikut :

-                       Pertama adalah melepas keyboard netbook dengan menekan lubang pengunci keyboard. Kemudian angkat keyboard dan lepas soketnya. Setelah keyboard bisa dilepas dan diangkat terlihat hardisk netbook, lalu buka pengunci/pengikat hardisk dan tarik mundur hardisk agar terlepas dari soketnya.                                         

                                           Kemudian pasangkan SSD di dudukan hardisk tadi , letakkan agak mundur perhatikan soket SSD dan Soket mainboard , jika sudah berhadapan dan posisinya sudah pas, dorong SSD sehingga masuk ke soket mainboard netbook.Kemudian pasang pengunci hardisk / SSD agar SSD tidak bergerak.  Lanjut dengan install ulang system operasi

                    Setelah selesai install ulang Sistem Operasi dan juga  pemasangan aplikasi,  di dapat fakta perbedaan antara hardisk dan SSD sebagai berikut

1.     Proses Install system operasi pada SSD lebih cepat dari Hardisk

2.  Proses booting window dan juga shut down pada SSD lebih cepat dari hardisk.Sebelumnya butuh waktu 1 menit untuk booting ke window, dengan SSD butuh waktu sekitar 38 detik.

3.    Proses transfer/copy data pada SSD lebih cepat dari pada Hardisk.









 

                 Ok friend , sementara itu dulu yang bisa blogger tuliskan hasil upgrade Hardisk ke SSD . Bisa jadi hasilnya akan lebih baik lagi jika computer yang digunakan  menggunakan spesifikasi yang lebih tinggi dari netbook saya. Salam……

 

Kata kata bijak :

 “ Hadiah suapan adalah seperti mestika di mata yang memberinya, ke mana juga ia memalingkan muka, ia beruntung”. Amsal Nabi Sulaiman 17:8

 “ Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja”. .Amsal Nabi Sulaiman 22:16

 

Jumat, 08 Oktober 2021

Sebuah Harga Yang Harus Dibayar

 Post by Hotman Silitonga



Shalom Aleichem.

              Learning by Doing / belajar sambil praktek  langsung  , ternyata bukan suatu hal yang mudah , apalagi tanpa  pembimbing/pendamping .  Itulah yang blogger alami , ketika blogger mencoba  mengganti sendiri kanvas ganda motor tua Jupiter Z milik blogger, sebuah kesalahan terjadi. Saat blogger memutar mur rumah kopling , penahan rumah  kopling agar tidak ikut berputar saat mur kopling diputar yang berupa obeng yang blogger letakkan antara gigi  kopling atau  gigi gendeng dengan bosh  lengan ayun/arm meleset, dan akibatnya ujung obeng merusak beberapa gigi rumah kanvas kopling/gigi gendeng. Akibatnya , ketika  kopling dirakit kembali dan mesin dihidupkan , terdengar  berbunyi  kasar sekali pada bagian rumah kopling, effek dari beberapa gigi rumah kopling/gigi gendeng  yang baret /rompal. Sudah coba diperbaiki dengan mengikir bagian gigi yang rompal, yang terjadi malah timbul suara dengung.




         Sejenak blogger tertunduk lesu.  Apes dah  gua…..  Dari pengalaman para bengkelers , jika hanya mengganti gigi gendeng saja  , tanpa mengganti juga rumah kanvas ganda , kemungkinan besar akan timbul bunyi dengung pada blok kopling motor , karena kondisi keausan gigi tidak sama. Jika mau mengganti ,  maka sebaiknya ganti satu set rumah kanvas kopling/gigi gendengnya  beserta rumah kanvas gandanya. Harganya lumayan mahal bisa 600-700 ribuan.

            Seorang temen bengkelers menyarankan , untuk menghemat biaya coba  cari saja  barang second copotan ,  satu set , biasanya harganya cukup  murah. Bloggerpun mengikuti saran temen tersebut, untuk lebih mudah,  blogger  mencoba mencari di marketplace saja.

       Bloggerpun coba coba mencari di market place, salah satu lapak di Jawa Timur   menjual barang copotan yang blogger cari. Dan si penjual menjamin barang tersebut  masih dalam kondisi layak pakai dan tidak berdengung. Harganya cukup murah , 270 ribu satu set, dengan ongkos kirim menjadi  315 ribu. Bloggerpun  segera melakukan transaksi.

         Setelah barang sampai,  bloggerpun langsung mengecek  kondisi barang tersebut. Kanvas dan plat kopling bawaan rumah kopling second tersebut blogger copot dan blogger ganti dengan bawaan  motor blogger, demikian juga kanvas ganda  blogger ganti dengan kanvas ganda bawaan motor blogger. Setelah semua peralatan blogger pasang kembali tibalah saat nya untuk melakukan test drive. Rada rada cemas juga sih…dan hasilnya… mesin motor kembali normal,. Tidak ada lagi suara kasar / gemrosok pada blok kopling motor. Rasa kecewa tiba tiba menjadi bahagia. Sebuah harga yang harus di bayar mahal sekaligus sebuah pelajaran yang berharga bagi blogger.






        Untuk menghindari  kesalahan yang kedua kalinya  sebelum blogger mengganti  rumah kopling dan rumah kanvas ganda dengan yang copotan, blogger membuat sendiri kunci tahanan rumah kopling , dan hasilnya cukup baik. Dibalik kegagalan timbul juga ide ide kreatif untuk mengatasi kegagalan berikutnya.

Salam………………

Kata kata bijak :

“ Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan cahaya bagi jalanku.” Mazmur/Zabur Nabi Daud 119:105

“Jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka. Karena hati mereka memikirkan penindasan dan bibir mereka membicarakan bencana.” Amsal Nabi Sulaiman 24 : 1 - 2

 

Sabtu, 25 September 2021

Mengganti lower arm /balljoint Suzuki Carry 1.0

 

Post by Hotman Silitonga


 

Shalom Aleichem

              Sudah sejak dua tahun yang lalu blogger ingin mengganti/ lower arm/balljoint Suzuki carry 1.0 milik blogger. Tapi belum ada keberanian, disamping alat alatnya sendiri  belum cukup.  Sementara suku cadangnya sendiri  sudah lama di beli.

             Tiap kali melewati jalan berlubang atau bebatuan terdengar bunyi tok tok tok pada roda sebelah kiri mobil ini . Tanda tanda bahwa balljoint sudah oblak. Suatu hal yang wajar , 10 tahun lebih mobil ini setiap minggu melewati jalanan yang tidak terlalu bagus. Kwalitas jalan yang dilalui sangat berpengaruh pada umur balljoint mobil.

             Balljoint yang berbentuk seperti kelereng bertangkai terbuat dari  besi akan berbenturan dengan  rumah/dudukannya yang juga terbuat dari besi karena oblak saat melewati jalan yang rusak/berbatu dan ini  akan menimbulkan bunyi  . Pada kondisi yang parah sekali , balljoint ini dapat keluar dari rumah dudukannya , dan jika  ini terjadi akibatnya sangat berbahaya sekali.

       Saat ini peralatan dirasa sudah cukup memadai untuk mengganti lower arm/balljoint sendiri ditambah lagi kemarin berhasil membuat treker tierod dan ini sangat membantu sekali mempercepat proses penggantian.

       Berikut ini langkah langkah penggantian lower arm/balljoint Suzuki Carry 1.0 yang blogger  lakukan sendiri  :

Langkah pertama : dongkrak sasis mobil dibagian roda yang bermasalah balljointnya. Biarkan posisi roda terjuntai menggantung. Jangan lupa aspek keamanan diperhatikan , pastikan posisi dongkrak berada pada kondisi yang aman. Kemudian  lepas roda/ban nya. Lepas sambungan tierod pada knuckle , lanjut melepas baut stabilizer yang ada pada lower arm , terakhir lepas sambungan knuckle dengan shocbreaker. Ada tiga sambungan/joint pada ujung lower arm/ball joint. Terakhir adalah melepas pangkal lower arm dari dudukannya dipalang besi besar di bawah lantai mobil dengan melepas baut mur  as nya. Proses pelepasan lower arm/balljoint berjalan dengan baik.








Langkah kedua : adalah melepas sambungan knuckle dengan  balljoint/lower arm. Melepasnya cukup mudah , kendorkan mur ball joint hingga sama datar dengan ujung tangkai balljoit, kemudian pukul mur tersebut hingga ball joijnt terlepas dari knuckle. Setelah terlepas ,  masukkan kembali knuckle pada balljoint yang baru,  kencang kan bautnya dan jangan lupa pasang juga pin pengamannya. Lanjut dengan memasang lower arm/balljoint terlebih dahulu pada dudukannnya di besi palang di bawah lantai mobil, baru kemudian disambungkan dengan shocbreaker . Pasang kembali sambungan link stabilizer dan tierod pada knuckle. Setelah semua sambungan dirasa sudah kuat, pasang kembali roda depan dan dongkrak sasispun bisa diturunkan.






          Proses penggantian balljoint/lower arm berjalan dengan baik, dan saat dialakukan tes jalan di jalan yang berbatu , suara suara yang dirasa cukup mengganggu selama ini tidak terdengar lagi.

            Demikianlah sedikit share proses penggantian balljoint/lower arm yang blogger lakukan sendiri. Semoga bermanfaat.

 

 Kata kata bijak :

“ Seperti bapa sayang kepada anak anaknya, demikian TUHAN sayang kepada  orang orang yang takut akan Dia” Mazmur/Zabur Nabi Daud 103:13

 “ Siapa menyesatkan orang jujur ke jalan yang jahat akan jatuh ke dalam lobangnya sendiri, tetapi orang-orang yang tak bercela akan mewarisi kebahagiaan”. Amsal Nabi Sulaiman 28:10

 

Sabtu, 18 September 2021

Perbaikan Tank Semprot Sprayer

 Post by Hotman Silitonga



Shalom Aleichem

                 Beberapa waktu yang lalu blogger melihat jalanan/gang depan rumah blogger sudah mulai ditumbuhi sedikit semak belukar. Blogger mencoba mematikannya dengan menyemprotkan herbisida menggunakan tank semprot .

                Ketika tank semprot di isi air beserta herbisida dan mencoba memompanya, ternyata terjadi kebocoran. Bocor di dua tempat. pertama bocor dari bagian bawah tank nya , yang kedua bocor dari sela sela handle kran nya. Sudah 3 bulan tank semprot ini tidak digunakan, usianya juga sudah lebih dari 8 tahun. Blogger pikir wajarlah kalau terjadi kerusakan. Dulunya tank semprot ini dibeli untuk mematikan semak belukar yang ada di sekitaran polindes dengan cara disemprot herbisida, agar bersih sehngga ular tidak masuk polindes, karena sudah dua kali ular masuk polindes.

               Blogger  kemudian mencoba mengecek apa sih penyebab tank semprot  ini bocor. Setelah blogger perhatikan,  diketahui air keluar dari sela sela bagian pompa di tank semprot. Blogger kemudian mencoba membongkar bagian pompa tank semprot. Sebelumnya siapkan peralatan seperti obeng plus minus, kunci L . Adapun cara  membongkar bagian pompa tank semprot sebagia berikut  : lepas cover pompa dengan mengendurkan baut klemannya, kemudian lanjut dengan melepas dua baut stang piston pompa yang menyatu pada besi penggerak stang piston menggunakan kunci L. Setelah stang piston lepas dari besi penggerak stang piston. lalu cabut piston dari silidernya. Setelah dicabut dan blogger perhatikan ternyata karet ring piston pecah. Karena karet ring piston pecah maka airpun merembes keluar dari celah celah ini saat di pompa. Untuk mengatasinya maka karet ring piston harus diganti dengan yang baru. Setelah suku cadang tersedia kemudian di lanjutkan dengan  memasangnya kembali seperti semula. Setelah dipasang dilakukan pengujian,  hasilnya baik, tidak terjadi  kebocoran .







               Lanjut dengan perbaikan handle kran semprot yang bocor . Bagian handle kran dibongkar terutama bagian handle yang ada penutupnya. Setelah dibongkar dan diperhatikan, dapat dipastikan penyebab  kebocoran pada handle kran adalah per/pegas yang berfungsi menutup klep kran dan mendorong kembali tuas kran  sudah mulai lemah akibat karat. Solusinya adalah mengganti per/pegas dengan yang baru. Setelah per/pegas diganti kemudian dilakukan pengujian, dan hasilnya tidak ada kebocoran.






              Ok friend, demikian sedikit share mengenai perbaikan tank semprot  yang mengalami kebocoran, semoga bermanfaat. Salam…..

Kata kata bijak :

 TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku”  Mazmur / Zabur Nabi Daud 23 : 1 – 4

 

“ Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas”. Amsal Nabi Sulaman 27 : 20

 

Jumat, 03 September 2021

Dari Bermain Api Lahirlah Tierod Treker

 

Post by Hotman Silitonga




          Shalom Aleichem

                Sekali waktu terlintas di pikiran blogger , bagaimmana caranya untuk bisa melepas tierod mobil dengan mudah. Selama ini kalau mo melepas tierod biasanya dengan menghantamkan  palu besi pada dudukan dimana tierod berada. Rasanya  kurang nyaman kalau kaki kaki depan mobil dihantam dengan palu besi untuk melepaskan tierod. Apalagi kedepan blogger juga berencana mau mengganti balljoint/lower arm mobil milik blogger, haruskah di hantam lagi pakai palu besi untuk melepas tierodnya ?

             Blogger mencoba  mencari alat untuk melepaskan  tierod dengan browsing , ternyata alatnya ada kok , namanya yaitu Tierod Treker. Harganya   untuk merek berkelas kisaran diatas 200 ribu.

             Mata blogger tertuju pada besi bekas alat alat motor milik blogger , sepertinya besi besi bekas ini bisa dikreasikan menjadi Tierod Treker.

             Blogger mengambil bekas gear depan motor , besi behel bekas sepanjang  25 cm dan mulai mereka reka mencari  tehnik yang bisa digunakan untuk melepas tierod mobil dengan mudah dan ketemu, hanya saja masih butuh tambahan alat satu lagi yaitu Mur dan Baut.  

              Bagi para bengkelers pemula yg masih main pukul pukul dengan besi untuk melepas tirod atau belum punya dana  untuk membeli treker sendiri,   tidak ada salahnya kita berinovasi   membuat sendiri . Mudah kok, cuma bermodalkan besi besi bekas bisa dibuat menjadi tierod treker. Bahannya yaitu besi bekas gear depan motor, besi behel bekas panjang  6 cm 4 biji, 1 buah mur baut M14 atau M16 mm hitam/baja. Untuk mur baut terpaksa blogger beli , karena nggak punya,  harganya nggak sampai  5 ribu perak. Untuk pengerjaanya dengan cara  “ bermain api “ atau pengelasan  ya friend. Tidak terlalu sulit membuatnya. Blogger sendiri yang bukan tehnisi / bengkelers bisa kok membuatnya. Dari bermain api lahirlan Tierod Treker. Untuk lebih jelas cara pembuatannya bisa di lihat di blog pribadi saya ………….

             Cara membuatnya yaitu gear sepeda motor di buat coakan menuju lubang tengahnya dengan gerinda agar as/baut tierod  nantinya dapat masuk ketengah tengah gear , setelah itu besi behel dilas sejajar mengelilingi setengan lingkaran gear dengan sedikit miring  . Setelah semua behel dilas , diantara ujung ujung behel diselipkan mur . Mur ini kemudian dilas dengan 4 behel yang mengitarinya ( Lihat gambar ).. Pastikan las lassanya cukup kuat.










             Setelah selesai dibuat dilanjutkan dengan uji coba,  hasilnya cukup bagus, dengan beberapa putaran kunci,  tierod terlepas dengan mudah.  Semoga ide/karya sederhana ini bisa bermanfaat. Salam…..

Kata kata bijak :

 

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.  Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari”  Pengkhotbah /Al Khatib 3 : 1-2+4

“ Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”Amsal Nabi Sulaiman 11 : 25