Jumat, 24 Juli 2020

Perbaikan Rak Lemari Es Yang Retak


Post by Hotman Silitonga



Shalom Aleichem,
             Beberapa  hari yang lalu  bagian rumah tangga rumah ini melaporkan ,  bahwa salah satu  rak lemari es di rumah ini mulai  retak . Sebelumnya salah satu raknya juga retak dan hampir  patah, sehingga tidak bisa lagi digunakan . Jika rak yg satu ini retak dan mau patah  juga,  artinya lemari es  ini tidak mempunyai rak lagi,  lalu bagaimana menyusun barang barang yang mau dimasukklan ke dalam lemari es ini ?  Selain itu   lampu lemari es ini  juga tidak menyala. 
           Sebenarnya ini perkara kecil/sepele sih, tinggal ke pasar beli rak lemari es penggantinya, selesai dah…. Walaupun ini perkara kecil,  namun  Kitab Suci mengajarkan kepada blogger agar  tidak menganggap remeh perkara perkara yang kelihatannya kecil.  Sesuatu yang besar selalu dimulai dari perkara perkara /hal hal yang kecil … "Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecilia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecilia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Siapa pun yang setia dalam hal-hal yang kecilia juga setia dalam hal-hal yang besar.”  Lukas 16 : 10
              Bloggerpun meluncur ke pasar mencari rak lemari es ini.  Udah cari keliling  pasar nggak ketemu juga yang jual rak lemari es ini. Bingung juga jadinya.   
            Rak lemari es ini terbuat dari fiberglass. Dari segi tampilan ,  rak fiberglass terlihat  cantik dan menarik, kalaupun tergelincir jatuh tidak gampang pecah ,  namun sayangnya bahan  fiberglass yang digunakan  cukup  tipis  , sehingga jika rak tersebut diberi beban yang cukup berat, gampang sekali  retak dan patah.
           Lalu apa solusinya ?...Karena nggak ketemu penjual rak lemari es ini , solusinya adalah mencoba memperbaiki sendiri . Terakhir mungkin berburu di situs jual beli online.
         Blogger perhatikan pada bagian  pinggir rak lemari es  ini terdapat cekungan yang fungsinya sebagai tulangan/penahan beban yang diletakkan pada permukaan rak ini.

         Sepertinya cekungan/tulangan pada rak lemari es  ini bisa disisipkan material yang bisa ikut menahan beban pada permukaan rak ini. Yang menjadi masalah  , material apa yang bisa di sisipkan pada cekungan rak ini agar dapat membantu menahan beban yang diterimanya ?
            Tak sengaja Blogger melihat ada besi alumunium bulat bekas bingkai banner di sudut rumah. Besarnya sebesar jari kelingking, sepertinya bisa dimasukkan pada cekungan rak ini. 




     
     

           Besi bulat alumunium ini  juga sepertinya cukup kokoh   dan   kuat untuk membantu menahan beban pada rak lemari es. Selain besi bulat alumunium, kayaknya bambu yang di raut bulat bisa juga  dijadikan alternative pengganti.
           Besi tersebut dipotong dengan gerinda seukuran/sama panjang dengan cekungan rak lemari es tersebut.  Kemudian besi tersebut dimasukkan/disisipkan ke  dalam cekungan rak tersebut lalu kita siram dengan lem bakar. Anggap saja kita lagi melakukan pengecoran bangunan wkwkwkw. Tulangannya besi bulat, pasir  dan  koralnya adalah cairan  lem bakar. ( lihat gambar ). Bisa 2 atau 3 lajur coran  kita buat pada rak tersebut tergantung seberapa besar beban yang akan diberikan pada rak tersebut.





            Blogger membuat 2 lajur coran saja pada rak tersebut, dan hasilnya cukup kuat. Blogger mencoba meletakkan beberapa barang seberat total 5 kg lebih pada rak tersebut. Kayaknya nggak ada masalah. Sebuah masalah terselesaikan….
         Selanjutnya blogger beralih kepada lampu lemari es yang tidak menyala. Blogger melakukan pengecekan pada bohlam lampu lemari es ini . Kap penutup lampu dibuka kemudian lampu dilepaskan dengan cara diputar seperti memutar lampu biasa, dan ternyata lampunya putus.  



       Lampu tersebut langsung diganti, blogger menggantinya menggunakan lampu Led , agar lebih awet dan lebih terang . Perhatikan jenis/ukuran socket lampu sebelum menggantinya, agar tidak salah beli. Atau bawa lampu tersebut saat hendak membeli penggantinya. Selesai sudah perbaikan rak lemari es beserta pergantian lampu lemari es milik blogger, mudah mudahan  bermanfaat. Salam…..

Kata kata bijak :
“Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati”. Amsal 21 : 2

“ Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka”. Amsal 17:6

Minggu, 05 Juli 2020

Membuat Rak Tanaman Hias


Post by Hotman Silitonga


Shalom Aleichem
               Belakangan ini blogger perhatikan banyak kaum emak emak berburu bunga/tanaman hias  untuk koleksi , termasuk emak emak di rumah ini. Bahkan pagi tadi saat blogger melintas di lapangan di pusat kota ini, sebuah lapak yg menjual tanaman hias ramai dipadati oleh kaum emak emak . Yang jelas bukan emak emak rempong ya guy,  ntar gua dilempar  pot bunga oleh  mereka wkwkwkw :D ( bercanda guy ).
                Bisa jadi  memelihara tanaman hias dapat menghilangkan rasa jenuh/bosan dirumah akibat effek Stay At Home karena  Covid 19,  sekaligus untuk menyenangkan/menggembirakan hati. “ Hati Yang Gembira Adalah Obat Yang Manjur, Tetapi  Semangat  Yang  Patah  Mengeringkan  Tulang “ demikian sebuah Nats yang tertulis di Alkitab, Amsal 17:22 .
               Yang jadi masalah setelah ada beberapa  tanaman hias, emak emak di rumah minta pula dicariin raknya.  Hem…ya udahlah..kita coba berkreasi sendiri  sajalah . Kebetulan ada banyak  besi bekas di belakang rumah. Ada bekas tiang tensimeter berdiri yang tidak berguna, tak coba dimanfaatin saja tiang tensimeter  ini.  Dahulunya tensimeter berdiri ini sengaja dibuat sendiri untuk alasan mempermudah pekerjaan di Polindes. Tapi karena sudah nggak di Polindes lagi , yah dimanfaatin saja besinya.







                Ok,,,friend,  kita coba buat rak bunga sendiri memanfaatkan besi bekas yang ada. Bahan dasar yang  blogger gunakan adalah   tiang tensimeter bekas, besi behel bekas  ukuran 8 mm , terali lobang angin bekas untuk tapakannya.
Cara membuat : Besi behel dibentuk  lingkaran  selebar pinggang/leher pot bunga, gunanya adalah tempat meletakkan pot bunga. Untuk membuat besi melingkar berbentuk lingkaran blogger memanfaatkan dongkrak buaya dan kunci behel  ( lihat gambar ). Jumlah lingkaran besi  yang akan digunakan bisa diatur sendiri termasuk diameter  lingkarannya.  Lingkaran behel tersebut lalu di las pada tiang tensimeter tersebut. Lingkaran behel bisa disusun secara vertical maupun horizontal pada tiang tensimeter , tergantung selera.  Setelah dilakukan pengelasan dan dirasa sudah cukup cantik dan kokoh tentunya karena lingkaran behel tersebut akan menahan beban berat dari pot bunga, selajutnya bisa langsung di cat.


   
                 Kayaknya sih menurut blogger tidak terlalu sulit untuk membuat rak bunga seperti bentuk yang blogger buat, namun demikian  cukup melelahkan juga mengerjakannya,  karena hampir seharian penuh waktu blogger terkuras membuatnya.
                 Ok friend demikianlah sedikit share cara membuat rak bunga yang cukup melelahkan ini, semoga bermanfaat, salam.   

Kata Kata Bijak :
“ Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak”. Amsal 18:9

“ Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan”. Amsal 12:9