Sabtu, 28 Agustus 2021

Suzuki Carry 1.0 Perawatan Rutin Ganti Timing Belt

 

Post by Hotman Silitonga



Shalom Aleichem

              Salah satu resiko mempunyai  kendaraan roda empat/mobil yaitu musti rajin dirawat. Apalagi   pada mobil mobil yg mulai tuanya musti lebih extra perawatannya. Sama seperti manusia yg mulai menjadi tua, butuh perawatan extra dan ini  terkadang butuh biaya yang  tidak sedikit.

               Salah satu komponen mobil yang perlu diperikasa pada mobil  adalah Timing Belt, terutama pada mobil yang menggunakan Timing Belt, seperti Suzuki Carry . Timing Belt ini ada batas umur pemakaian, jika tidak diganti bisa putus dan mengakibatkan mobil mogok di jalan.

               Terakahir penggantian Timing Belt Suzuki Carry lawas milik blogger  sekitar 7 tahun yang lalu. Blogger kira sudah waktunya diganti lagi. Harganya juga nggak seberapa , untuk tipe generic berikut tensioner bearingnya/laher pengencangnya   nggak sampai 150 ribu perak. Masih terjangkaulah di kantong :D . Blogger akan mencoba mengganti  sendiri dan ini adalah kali pertama blogger mencoba melakukan penggantian Timing Belt sendiri. Blogger anggap  ini sebagai Uji Nyali dan Self Assessment aja…sekaligus hiburan. Kebahagian seorang yang hoby di dunia tehnik adalah ketika ia berhasil mengatasi/memperbaiki sesuatu masalah.

                Berikut langkah langkah yg blogger lakukan untuk melakukan pengantian timing belt carry 1.0 sendiri .

Langkah Pertama adalah menggeser dudukan handle perseneling . Baut baut dudukan persneling di copot kemudian dudukannya di geser. Kemudian lepaskan baut cover radiator lalu copot cover tersebut. Lepaskan juga baut baut pengikat radiator , kemudian geser radiator kedepen, agar kita bisa memasukkan kunci untuk membuka kipas radiator, lalu copot kipas radiator berikut poli dan fan belt kipasnya.

                Langkah kedua : Lepaskan poli as kruk dengan terlebih dahulu membuka baut pengikatnya. Kemudian lanjut dengan membuka baut baut plat cover timing belt. Setelah itu copot cover tersebut dan terlihat timing belt nya. Ketika blogger tekan tekan timing belt mobil ini, ternyata timing beltnya sudah kendor sekali.







                Langkah ketiga : Membuka baut pengikat tensioner bearing/ laher pengencang timing belt kemudian tensioner bearing dilepas, karena akan diganti baru. Karena ini sifatnya penggantian, jadi langsung saja timing belt lama dilepas dan diganti dengan yang baru kemudian pasang kembali bearing tensioner yang baru. Lanjut dengan menyetel kekencangan timing belt dengan memaju mundurkan laher tensioner. Setelah kekencangan dirasa cukup baru kemudian baut pengencang tensioner bering dikencangkan kuat kuat. Penggantian berhasil sukses. Sebelum plat cover timing belt ditutup perhatikan kembali tanda tangda pada roda gigi besar maupun gigi kecil dimana timing belt berada. Pada gigi roda besar terdapat angka titik dan 88, tanda itu harus berhadapan dengan tanda segitiga pada plat cover timing belt yg menempel di mesin. Pada gigi roda kecil terdapat tanda titik, dan tanda titik ini harus berhadapan dengan tanda panah yg tertera pada plat cover timing belt yang berada di mesin.









                Setelah tanda tanda tersebut sudah pas keududukannya, barulah plat cover penutup dipasang kembali,  dilanjut pemasangan puli kruk as , kipas , dan lain lainya.

                Setelah semua terpasang kemudian dilanjut dengan mencoba menghidupkan mesin, dan mesin hidup normal.  Ok Friend demikian sedikit share proses penggantian timing belt carry 1.0 yg blogger coba lakukan sendiri. Semoga bermanfaat. Salam…………..

 

Kata kata bijak :

“ Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.” Amsal Nabi Sulaiman 21:17

“ Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya”. Amsal Nabi Sulaiman 21:20


Sabtu, 21 Agustus 2021

Perbaikan Regulator Kompor Gas

 Post by Hotman Silitonga



Shalom Aleichem

        Sebuah laporan masuk dari bagian rumah tangga di rumah ini, ada bau gas di dapur. Belakangan ini sering tercium bau gas di dapur. Karet seal pada klep tabung sudah diganti yang baru, klem selang juga sudah dikencangkan,  tidak ada suara mendesis sebagai pertanda ada kebocoran, hanya saja lama lama sering tercium bau gas. . Ganti tabung yang lain juga sama, hasilnya sama masih tercium  bau gas walaupun tidak sekonyong konyong timbul.

        Sepertinya ada masalah pada regulator. Bloggerpun mencoba membongkarnya untuk memastikan dimana letak masalahnya sehingga sering tercium bau gas sekaligus mencoba memperbaikinya jika memungkinkan.

        Regulator kemudian di bongkar, cara membongkar bisa di lihat di foto berikut ini…

Langkah pertama yang dilakukan adalah melepas pin pengunci mekanik regulator gas dengan cara di congkel. Setelah pin berhasil di cabut, lalu tarik keluar pengunci putar regulator yang berfungsi membuka dan menutup sekaligus menyatukan regulator dengan klep dan bibir  tabung gas.









       Pada as pengunci regulator ternyata terdapat dua seal karet kecil. Fungsi seal ini adalah menahan agar gas tidak bocor/keluar dari sela sela as pengunci  saat kita memutar pengunci regulator , menyatukan regulator dengan tabung gas. Seal as pengunci pada regualor ini ternyata sudah pecah sehingga gas merembes keluar melalui celah ini. 

        Selain berfungsi sebagai seal, karet ini juga berfungsi sebagai bantalan putar , jika karet ini menipis atau pecah selain mengakibatkan kebocoran juga dapat mengakibatkan tusukan pin pada  regulator terhadap klep di tabung gas sedikit berkurang walau hanya sepersekian mili meter. Hal ini mengakibatkan gas yang keluar dari tabung gas  terkadang tidak lancar/besar tekanannya.

      Blogger kemudian mengganti kedua karet seal as pengunci regulator ini, kemudian memasang kembali pada regulator.

       Lanjut dengan memasang regulator pada tabung gas. Setelah beberapa jam terpasang tidak tercium bau kompor gas. Artinya regulator sudah berfungsi normal kembali. Demikianlah sedikit share  mengenai perbaikan regulator kompor gas. Semoga bermanfaat…Salam…


Kata kata bijak :

 “Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu”. Amsal Nabi Sulaiman 25 : 17

“ Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan”. Amsal Nabi Sulaiman 28: 22