Jumat, 20 Februari 2015

TERNYATA MENULIS ITU TIDAK MUDAH.......






          
           Setelah berhari hari menghadap komputer akhirnya jadi juga akun FB ku  demikian juga akun Blogku Maklumlah otodidak dibantu my husband  yg sama juga GAPTEK...wkwkwwk.Jamanku sekolah dulu jangankan FB,HP aja nggak punya dan rasanya belum ada,atau masuk kategori barang super mewah..
         Untuk FB ternyata lebih simpel dan mudah,setelah jadi langsung bisa dilihat dan melihat orang.Tapi untuk Blog ternyata tidak.Agar bisa masuk di Google index dan ditemukan orang kita harus memposting artikel,nah disinilah letak kesulitannya...Kayaknya Blog memaksa kita menjadi seorang PENULIS.
         Kalau pada FB kata kunci pencarian berupa nama ,,tetapi pada google kata kunci pencarian selain nama Website/Blog adalah judul tulisan yang kita posting.Semakin banyak tulisan yang kita posting,semakin banyak jalan orang untuk menemukan website kita. 
         Pertanyaannya apakah sampeyan bisa menulis dan apa yang mo ditulis ?.Saya aja bingung apa yang mo ditulis .Yah..karena blog ini milikku,yah suka-suka ku sajalah apa yang mo kutulis.Ku coba untuk menulis keseharianku,sekalian mo melihat apakah tulisanku bisa di terima oleh om google atau tidak.Ternyata tulisanku nggak muncul wkwkwkw.....😀😇
Setelah posting beberapa artikel  ,ternyata belum juga bisa dicari di Google....Posting lagi......
Setelah 10 hari baru ada yg nyangkut di google index.......waduh lama juga yah......
      Berhasil juga akhirnya membuat BLOG/Website,walaupun dengan tampilan sederhana/standart dan menggunakan domain gratisan.Domain sih gratisan,BLOGSPOT,tapi paket data yg digunakan kan nggak gratis..wkwkwk... Tetep aja om google yang untung..wkwkwk😀✋
      Saya sendiri ketika memasuki sebuah situs nggak peduli mo situs gratis atau berbayar,yang saya cari conten/isi dari situs atau web tersebut.Kalau situs berbayar otomatis si pemilik berusaha mencari pemasukan untuk membayar sewa domainnya,caranya melalui pasang iklan,dan akhirnya situs/web tersebut penuh dengan iklan-iklan,dan saya sendiri termasuk orang yang kurang suka  memasukki situs yg banyak iklannya.Biasanya situs yang banyak iklannya cenderung berat/lelet. 

My husband mengingatkan ku agar hati2 memposting artikel di Media Sosial,UU ITE dan Pasal Pencemaran Nama Baik setiap saat menjerat kita.....waduh gawat juga nih....Udah ada 70 orang lebih yg menjadi korban.

Sampai saat ini saya belum terlalu paham apa definisi pencemaran nama baik.Apakah jika kita mengalami suatu kekecewaan/kekesalan terhadap suatu layanan,baik di instansi pemerintah atau swasta kemudian menulisnya di blog kita ini termasuk pencemaran nama baik...?????Wah..bisa jadi pasal karet ini....



    


Kedepan saya dan my husband berkeinginan untuk mencoba memposting 100 tulisan sendiri di blog ini,tulisan apa saja, pokoknya harus bisa memposting 100 artikel sendiri.Syukur syukur bisa bermanfaat bagi orang lain .

   Kelihatannya sih cukup sulit.Membuat 1 artikel aja cukup rumit apalagi 100 artikel.Lebih sulit dari membuat karya tulis nampaknya.Kalau karya tulis pengujinya hanya 2 atau 3 orang dan bersifat tertutup,tetapi tulisan di website pengujinya adalah semua pengunjung itu sendiri.Kalau kita ngawur nulisnya,pengunjung akan tahu. 

  Selama ini saya hanya bisa search tulisan/artikel saja di google,tapi tidak tahu bagaimana proses orang yang menulis dibalik tulisan-tulisan yang di posting oleh para  blogger.

   Harus diakui para penulis di balik artikel yang di posting pada web atau blog banyak sekali membantu  masyarakat.Kami sendiri merasakan hal ini , internet dan blogger telah banyak menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi orang-orang seperti kami,dengan biaya yang sangat minim sekali. 

  Saat ini  banyak murid,mahasiswa dan guru memperdalam ilmunya lewat dunia internet, bahkan permasalahan sehari hari pun sering solusinya dicari lewat internet, dan sudah pasti berhubungan dengan banyak blog/web, hal ini menunjukkan bahwa seorang blogger bukanlah orang yang sembarangan.Menurut hemat saya blogger juga seorang guru,karena banyak orang yg datang ke blog/web untuk  mencari ilmu pengetahuan,dan juga blogger layak disebut pahlawan tanpa jasa,karena mau berbagi pengetahuan/pengalaman  tanpa pamrih.Sangat kecil sekali persentase blogger yang bisa hidup dari ngeblog.

   Sudah saatnya pemerintah memberikan support kepada para blogger yang bekerja tanpa bicara tapi berperan besar saat ini mencerdaskan dan menolong masyarakat.Mulailah pemerintah membuat program tahunan seperti memberi reward kepada 100 blog/web non komersil.Saya kira anggarannya tidak seberapa dibanding kegiatan-kegiatan perjalanan dinas,pertemuan-pertemuan yang tidak jelas manfaatnya bagi masyarakat. 

     Menulis juga membutuhkan inspirasi,tidak bisa datang begitu saja.Tulisan sedapat mungkin harus didukung data dan sebisa mungkin ada fotonya,sehingga menarik untuk dilihat,dan itu tidaklah mudah.

    Yang mudah sih copy paste aja tulisan orang,tapi cara ini justru merendahkan diri kita sendiri.  

     Hemmmm..ternyata MENULIS ITU TIDAK MUDAH......

Kalau dipikir pikir enakan tidur daripada nulis ...wkwkwkwkwk

  



Kata Kata Bijak :
  "Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya." AMSAL 12:4  

" Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN". Amsal 19:14




  

Sabtu, 14 Februari 2015

KLAIM PERSALINAN : Tidak semanis yang kubayangkan….



      Sebagai Bidan yang bertugas di desa sama seperti bidan2 yang lain,salah satu yang paling ditunggu setelah bersusah payah menolong ibu dalam suatu persalinan apalagi kalau bukan ucapan terima kasih dari keluarga yg ditolong tersebut.Bahasa kasarnya BIAYA PERSALINAN..wkwkkwk.
      Tidak ada standart baku tarif persalinan.Tapi akhir2 ini saya mencoba untuk merujuk pada tarif yang dibayarkan pemerintah melalui JAMKESMAS.Setiap Persalinan Bagi warga yg mempunyai kartu JAMKESMAS dan Juga JAMKESDA yg umumnya warga tidak mampu Pemerintah Membayar Bidan Penolong Persalinan tersebut dengan biaya sebesar Rp 660.000.- dengan rincian biaya persalinan 500 ribu plus biaya pemeriksaan sebelum dan sesudah melahirkan ANC/PNC 160 ribu,jadi total Rp 660.000.-( belum dikurangi pajak profesi beberapa persen )

        Bagi saya pribadi biaya tersebut cukup besar.Selama ini saya hanya diberi ucapan terima kasih dari warga berkisar 300 s/d max 500 ribu,itupun sudah termasuk manual plasenta,infuse dan jahitan .jika diperlukan.
Sebenarnya permasalahannya bukan pada jumlah uang,tetapi penghargaan terhadap jerih payah yg dilakukan dengan segala macam resikonya.Uang memang perlu tetapi bukan segalanya,toh sebagai PNS aku mendapat gaji bulanan walau tanpa remunerasi satu rupiah pun.

So.. Pasti melihat keadaan diatas saya sudah pasti senang
Tapi terkadang kenyataan dilapangan ,..tidak seindah dan semanis yg kubayangkan
Saya mencoba search di google tentang klaim persalinan….ternyata kejadian di berbagai daerah nggak jauh berbeda...hanya beda beda tipis..

      Pertengahan tahun lalu ada sosialisasi BPJS dari Bapel BPJS….sempat terlontar pertanyaan bagaimana mekanisme klaim persalinan BPJS.Ternyata syaratnya ada tambahan lagi dari prosedur yg sudah ada yaitu Surat Keterangan Bahwa ybs ( bidan ) memang benar telah menolong persalinan,diketahui Kades/Lurah serta saksi2 serta Kartu Keluarga/KK yg baru dimana bayi tersebut telah tercantum datanya pada KK itu dan ada lagi NO HP IBU/SUAMI IBU yg melahirkan tersebut…

        Yg menjadi catatan saya adalah Kartu Keluarga dimana bayi tersebut harus tercantum…Membuat KK  untuk tingkat pedesaan tidak semudah yg dibayangkan.Apalagi KK ini produk Capil yg ada di Ibukota Kabupaten dengan jarak yang cukup jauh.
Sekarang tinggal tergantung pada Kepala Keluarganya saja.Mo ngurus syaratnya atau tidak….Yang saya kuatirkan jawaban masyarakat….KALAU BISA IBU AJALAH YANG NGURUSNYA…nah lho..????

         Dari pertengahan tahun lalu hingga akhir bulan Des 2014 semua Klaim Jamkesmas yg harusnya ditanggung BPJS saya alihkan semua ke JAMKESDA.JAMKESDA lebih simple urusannya.Cuma KTP/KK...Bagi yg nggak punya KK/KTP bisa pake surat keterangn domisili.

Harusnya kalau memang mo menolong masyarakat nggak usah terlalu banyak prosedur….

Kata Kata Bijak :
  "Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia." AMSAL 14:31

" Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang. Sebab TUHAN membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka ". Amsal 22:22-23 

Jumat, 06 Februari 2015

Wah..POLINDESKU Dikelilingi Penderita Batuk Darah/TBC

        Dua minggu yang lalu seorang tetanggaku meninggal dunia.Sebelum meninggal salah seorang keluarganya memanggilku untuk melihatnya.Jaraknya hanya 50 meter dari kediamanku.Terlihat si Pasien dalam kondisi lemah,ada Waskom beserta kain lap yang penuh darah disana.
       Tak ada yg bisa kuperbuat,kucoba untuk mengukur tekanan darahnya.Tinggal 90/70mmhg.Sudah dua hari si pasien batuk disertai darah.
      Si pasien pernah mendapat obat paket.Besar kemungkinan tidak patuh meminum obat.
Kusarankan agar segera dirujuk ke Rumah Sakit.Jika tidak ada uang,ku sarankan menggunakan JAMKESMAS atau JAMSOSKES/KTP.
Setelah tiga hari nyawanya tidak tertolong.
      Sebelumnya menantunya yg juga tinggal ditempat yg sama juga Positip TB.Mana hamil lagi…
Akibatnya bayi yg dilahirkan menderita Berat Badan Lahir Rendah,hanya 1,8 kg.Karena si Ibu lagi kondisi sakit akhirnya si bayi disusui oleh saudara sepupu si ibu yg kebetulan mempunyai bayi juga..Sebelumnya tetangga depan rumah juga postif TB,Tetangga Belakang Rumah juga dulunya penderita TB,tetangga samping kanan polindes selang satu rumah juga dahulunya penderita TB.Untung sebelah kiri polindesku nggak ada rumah alias kebun.Kalau dipikir2 terkadang ngeri juga,apalagi daerah ini kawasan bermain anakku.Tak ada yg bisa kuperbuat kecuali perilaku hidup sehat.
       Secara umum kondisi rumah penderita juga mendukung berkembang biaknya bibit penyakit ini.Rumah2 mereka pada umumnya kurang mendapatkan sinar matahari langsung.
Secara teori bakteri/kuman penyebab TBC ini akan mati dengan sendiri melalui penyinaran oleh matahari beberapa jam saja.
        Kalau dirunut ...ujung2nya menyangkut masalah sosial ekonomi...kalau sudah seperti ini...rasanya bukan bukan tugasku lagi...wkwkwkw...✋ 

Kata Kata Bijak :
  " Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita. "AMSAL 14:21

" Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru". Amsal 21:13


                                                                                  
Bayi yg dilahirkan dari ibu menderita TB paru,Lahir 1,8 kg saat ini 3,8 kg setelah 4 bulan.Dah cukup baik



Beginilah lingkungan sekitarku



Kawasan bermain sikecilku