Sabtu, 31 Januari 2015

Pengalamanku Menyusui Secara Ekslusive

         Menyusui adalah kodrat seorang wanita.Menyusui sepertinya sangat sederhana dan gampang,tetapi banyak juga wanita yang gagal dalam menyusui.
Pemerintah telah mempromosikan pemberian ASI ekslusive selama 6 bulan.
Dahulunya 4 bulan tetapi saat ini ditambah 2 bulan lagi menjadi 6 bulan.
Aku sendiri dikaruniai 3 orang putri.Dua lahir di Klinik dan Satu di Rumah Sakit.
        Saat lahir anak pertamaku,Asiku tidak langsung keluar.Kucoba untuk menyusuinya tetapi setelah hampir 10 jam hanya keluar beberapa tetes saja.Dari Klinik diberi susu formula.
       Ada rasa kebingungan juga maklum walau aku seorang bidan,tapi untuk soal yang belum pernah kurasakan ini aku tetap kebingungan.Kulihat bayiku sering sekali mengeluarkan lidahnya,sepertinya lapar dan mulai menangis.Akhirnya setelah 12 jam Asi ku masih belum lancar keluar,aku meminta suamiku untuk membuatkan susu formula untuk bayiku.Akhirnya aku masuk kategori gagal dalam menyusui secara ekslusive.Hari ke 3 barulah Asiku lancar dan hari ke lima kuhentikan penggunaan susu formula dan hanya kuberikan ASI saja..Anak pertamaku ini kuat sekali menyusui,bulan keempat aku kewalahan,dan setelah empat bulan menyusui saja ,bulan kelima akhirnya kuberi MP ASI.

                                                Yang ASI Eksklusive yg paling kurus..wkwkwkwk

          Ketika lahir anak keduaku di klinik yg sama,semua berjalan normal,Asiku langsung mengalir deras.Susu formula yg diberikan oleh klinik tidak kugunakan.Dan aku berhasil menyusui secara ekslusive selama 6 bulan.Namun saat kucoba memberikan MP ASI ketika memasuki usia 7 bulan,sangat susah.Anaku sering memuntahkan makanan yg kuberikan.Selain MP ASI anaku juga kuberikan susu formula.Nampaknya kalau diberikan susu formula anakku tidak muntah.Akibat anakku sering memuntahkan MP ASI yg kuberikan,berat badanya mulai menurun,tidak mengikuti garis warna di KMS.Bahkan beberapa bulan sempat bertengger di BGM.Namun ketika di cross chek dengan indikator BB/TB masih masuk kategori normal tapi sudah pada batas bawah.Hingga sekarang anakku ini sangat sulit kalau makan terutama kalau menelan nasi.Saya dan suami sempat berfikir ,mungkin ini respon akibat anaku terlambat mengenal makanan padat.Tapi respon ini berbeda beda pada setiap anak.
           Anak ketigaku sama seperti anak kedua semua berjalan normal,Asiku segera keluar.
Anakku ini ku susui secara Ekslusive selama 4 bulan,dan pada bulan ke 5 aku dan suamiku sepakat untuk memberikan MP ASI.Kami kuatir nanti akan seperti anaku ke 2 yang suka memuntahkan makanan.Dan semuanya berjalan baik2 saja.Tapi konsekwensinya aku masuk kategori gagal menyusui secara ekslusive.
         Secara teori memang ASI masih mencukupi untuk kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan.Tapi aspek2 lain perlu juga dipertimbangkan..ASI ekslusive 6 bulan umumnya hanya bisa diberikan pada mereka yg hidupnya berkecukupan,dimana si ibu hanya mengurus rumah tengga saja.
           Di desaku mayoritas ibu2 adalah wanita tangguh,yg tidak mau berdiam diri.Dengan pendapatan suami yang pas-pasan mau tidak mau banyak ibu2 yang turun tangan membantu suami bekerja untuk menambah penghasilan.
           Banyak wanita di didesaku yg bekerja menyadap karet atau menjadi buruh harian kelapa sawit yang kerjanya cukup menyita waktu yg pada akhirnya tidak memungkinkan menyusui anaknya secara ekslusive.
Jika mengacu Asi esklusive 6 bulan,kemungkinan data rill yg ditemukan tidak sampai 20%.
           Saya sendiri belum banyak tahu,adakah pengaruhnya pada otot/reflek mengunyah dan menelan pada anak yang terlambat mengenal makanan padat…Sekian..

Kata-kata bijak :
 " Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya." AMSAL 13:24

 "Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya".Amsal 19:18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar